Pasca Pembubaran FPI, PCNU Lumajang Ajak Masyarakat Jaga NKRI Lebih Aman Dengan Cinta Kasih
![]() |
Ketua PCNU Lumajang M. Mas'ud |
LUMAJANG - (suarasatunews.com)
Para Ulama maupun Tokoh Agama yang berada di wilayah Polda Jatim, mendukung penuh Maklumat Kapolri dan Pemerintah dalam menjaga Kondusifitas Kamtibmas di Jawa Timur.
Terkait pembubaran kegiatan Ormas FPI yang dikeluarkan oleh pemerintah, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta S.H S.I.K M.H, mengapresiasi atas dukungan dari ulama maupun tokoh agama melalui daring, Rabu malam, (30/12/2020).
Hadir dalam daring tersebut diantaranya, Ketua PCNU Kabupaten Tulungagung KH Abdul Hakim Mustopa, Ketua PCNU Kabupaten Magetan Mansyur, Ketua Penyuluh Agama Islam Kabupaten Blitar Agus Adam Malik, Ketua PCNU Kabupaten Lumajang Ustadz Mas'Ud, Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur, Ketua PCNU Jember Dr. KH Abdullah Samsul Arifin dan Ketua PSHT cabang Blitar Miskan Hadi Prasetyo ST.
"Kami berterima kasih atas apresiasi yang disampaikan oleh para ulama maupun tokoh agama di seluruh wilayah hukum Polda Jatim. Telah mendukung TNI - Polri dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas di Indonesia, Jawa Timur khususnya," tutur Irjen Pol Nico Afinta.
Ketua PCNU Kabupaten Lumajang Ustadz Mas'Ud, pasca mendengar pemerintah telah mengeluarkan surat keputusan bersama lintas menteri, maka pihaknya sebagai warga Indonesia tentunya taat terhadap apa yang menjadi kebijakan dan diputuskan.
Ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bisa mengamalkan dan mengimplementasikan agama, dalam bentuk yang baik sesuai dengan aturan negara, sehingga terjadi kedamaian keharmonisan antar bangsa.
"Polarisasi kebersamaan kesatuan inilah yang perlu kita himpun kita jaga bersama karena itu bagi Ormas yang telah menjadi kebijakan dari pemerintah untuk bisa taat dan patuh. Semoga bangsa kita selalu dalam penjagaan Allah SWT," ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan oleh tokoh agama dari daerah lain yang andil saat itu.
Mereka mengajak masyarakat untuk menjaga negara Indonesia lebih aman dengan cinta dan kasih. Mengikuti fatwa ulama yang menyejukkan, fatwa yang menjaga NKRI dan Kebhinekaan menjaga Pancasila, sehingga bisa menciptakan masyarakat yang baldatun toyyibatun warobbun Ghofur.
Selebihnya, tetap mengingatkan masyarakat berkaitan agar tetap taat protokol kesehatan. (TIM)